Friday, October 3, 2014

Dampak Sosial Media Pada Otak Manusia

Tahukah kamu, bahwa 1/3 warga bumi ini udah 'hidup' di sosial media. iya, itu termasuk kita. Udah jelas, bahwa sosial media suaaangat mempengaruhi cara kita berkomunikasi dan bermasyarakat. Eits, nggak usah jauh-jauh dulu deh sampe ngomongin pengaruhnya ke masyarakatnya. Soalnya, ke tubuh kita sendiri aja sosial media udah membawa dampak yang signifikan.

Sebelum sosial media menginvansi otak kita sampai ke akar-akarnya, lebih baik kita pelajari dulu nih dampaknya media sosial pada otak kita:

1. Otak Kita Bisa Dibuat Ketagihan
  • lagi buka browser yang pertama dibuka Facebook
  • lagi ngerjain tugas, dikit-dikit buka Facebook
  • lagi naik ojek, buka Twitter
  • lagi ijab kabul, bilang 'saaah'nya di status Path
  • lagi buka facebook, Path, Twitter, dkk. Nggak bisa lepas


Ngaku aja, kita ini emang udah ketagihan banget sama yang namanya sosial media. Penelitian aja membuktikan kalau 5-10 persen pengguna internet di dunia ini merasa kesulitan lepas dari media sosial. Mencet tombol Log Out tuh udah kayak mencet tombol 'danger'. Sekali-kalinya log out juga ya untuk pindah akun.

Internet addiction disorder (IAD) salah satunya disebabkan karena kita bisa sangat mudah ngedapetin reward—berupa Likes (penghargaan), atensi, serta komentar—dengan usaha yang gampil. Adiksi berinternet ini mirip kayak adiksi yang ditimbulkan narkoba yang bisa mengontrol proses emosi, jangkauan perhatian serta pengambilan keputusan.

Saturday, September 27, 2014

Kebiasaan Orang Sukses Menjelang Tidur

Kerja keras dan disiplin seringkali disebut-sebut sebagai kunci sukses yang utama. Tak heran, sejumlah pengusaha atau pegawai mengkonsumsi banyak kafein demi bertahan agar bisa terus bekerja keras.
Jangan salah, terdapat sejumlah kegiatan sederhana yang juga berperan penting membantu banyak orang mencapai kesuksesan besar di masa depan. Kebiasaan Anda menjelang tidur bahkan bisa menjadi penentu kesuksesan pribadi.
Kegiatan Anda di malam hari juga sangat menentukan produktivitas Anda keesokan harinya. Mari intip lima kebiasaan orang super sukses sebelum tidur seperti dikutip dari Lifehack.org, Selasa (23/9/2014):
1. Membaca buku
Bill Gates merupakan salah satu miliarder yang kecanduan membaca buku. Setiap malam sebelum tidur, dia selalu meluangkan waktu selama satu jam untuk membaca buku dengan berbagai topik mulai dari politik hingga peristiwa.
Selain demi menambah pengetahuan, membaca juga dapat mengurangi stres dan meningkatkan kemampuan mengingat. Studi University Essex menemukan, membaca enam menit per hari dapat mengurangi tingkat stres hingga 68 persen.
Membaca buku di malam hari juga dapat meningkatkan kesehatan otak Anda dalam wajtu panjang.
2. Mematikan semua gadget
Setiap malam sebelum tidur, Arianna Huffington selalu meletakkan telepon seluler (ponsel) miliknya di ruangan lain. Itu agar tidurnya tidak terganggu.
Penelitian Charles Czeisler dari Harvard University menunkukkan adanya gangguan pada ritme tidur seseorang yang dipantulkan dari layar ponsel. Itu dapat membuat tubuh merasa tidak lelah bahkan pada saat sedang memerlukan istirahat.

Saturday, September 6, 2014

Hunger Marketing Xiaomi


Hunger marketing adalah cara suatu pengelola/perusahaan membawa produknya ke pasaran dengan harga menarik untuk memikat pelanggan potensial, kemudian membatasi pasokannya.


Pembatasan pasokan ini membuat rasa penasaran di pasar, sehingga permintaan naik. Ketika permintaan semakin naik, pengelola produk itu dapat menaikan harga dan tentu saja menghasilkan keuntungan yang lebih tinggi.







Hunger Marketing ini memberikan dua efek utama bagi pemegang merek, bukan hanya dapat menaikkan harga, tetapi juga menciptakan nilai tinggi untuk merek dalam rangka menaikkan citra si merek tersebut.


Sunday, August 10, 2014

Saran Finansial Untuk Kesuksesan Anak Muda Sebelum Umur 25 tahun (part 2)

Berikut lanjutan dari Posting sebelumnya mengenai "Saran Finansial Untuk Kesuksesan Anak Muda Sebelum Umur 25 tahun (part 1)"


9. Gengsi Tidak Ditentukan Oleh Seberapa Keren Gadget-Mu
Punya iPod, MacBook Pro, iPad, tablet Android dengan resolusi tinggi dan iMac seakan jadi tanda bahwa kamu sudah berhasil. Yup, kepemilikan gadget sering jadi pengeluaran besar untuk anak muda usia 20-an yang baru mulai belajar menghasilkan uang sendiri.

Bisa menggenggam barang-barang berteknologi tinggi yang harganya berkali-kali lipat dari gajimu jadi hal yang bisa kamu banggakan di depan teman-teman sejawat. Padahal kesuksesan dan gengsi tidak hanya ditentukan dari gadget, loh.

Bisa mengatur uang, memiliki instrumen investasi yang stabil dan punya simpanan untuk dana darurat akan lebih membuatmu terhindar dari bencana finansial. Gadget secanggih apapun tidak akan bisa menyelamatkanmu dari kebutuhan mendadak. Justru uang tabungan dan investasi lah yang bisa.


10. Tidak Usah Apply Kartu Kredit Selama Kamu Masih Belum Perlu

Kartu kredit memang menawarkan promo dan berbagai kemudahan yang menggoda. Tapi jika tidak hati-hati, kamu bisa terjebak di lingkaran hutang berbunga tinggi. Ada baiknya kamu menebalkan iman untuk menghindari godaan SPG kartu kredit yang bermulut manis.

Biasakan membayar semua kebutuhan secara tunai. Kalau terpaksa harus pakai kartu, gunakan kartu debet dari rekening yang ditujukan untuk pengeluaran rutin. Dengan cara ini kamu bisa lebih tegas pada diri sendiri untuk mengeluarkan uang sesuai dengan pemasukan yang kamu miliki.

Menghindari menggunakan kartu kredit sama dengan menghindari hutang dan bunga yang berlipat ganda.


Saturday, August 9, 2014

Saran Finansial Untuk Kesuksesan Anak Muda Sebelum Umur 25 tahun (part 1)

Memasuki umur 20-an adalah usia yang menentukan bagi berbagai lini kehidupan seseorang. Di usia tersebut kedewasaan sudah mulai terbentuk dengan baik, pilihan-pilihan hidup juga sudah bisa diambil dengan rasional.

Berbagai keputusan besar juga menanti untuk kamu ambil di umur ini, menentukan kemana arah hidupmu akan dibawa. Termasuk keputusan soal uang dan pekerjaan. Berikurt adalah cara memberikan dan mengatur uang serta menyiasati beban kerja, khusus buat kamu yang masih usia 20-an.



1. Jangan Terlalu Pemilih Pada Pekerjaan Pertama


Di usia 20-an, beberapa dari kamu pasti sudah punya kesempatan untuk menghasilkan uang sendiri. Entah itu dari pekerjaan paruh waktu atau langsung menjejakkan kaki di dunia kerja purna waktu selepas lulus. Semua pilihan terbentang di depan mata, sampai kadang kamu bingung harus menjalani yang mana.


Satu yang pasti: bagi kamu yang baru menjajal pekerjaan pertama, jangan terlalu pilih-pilih. Pekerjaan pertamamu bisa jadi tidak langsung menawarkan penghasilan yang fantastis atau bonus berlimpah. Tapi dari situlah kamu bisa belajar soal usaha dari nol dan etos kerja yang akan membawamu ke kesuksesan.


Pekerjaan pertamamu adalah pintu awal unuk belajar jadi pribadi yang berkualitas dan layak dipertahankan. Ambil setiap kesempatan yang datang, tidak perlu pilih-pilih. Ini jauh lebih baik daripada menganggur dan melewatkan kesempatan belajar.