Saturday, August 9, 2014

Saran Finansial Untuk Kesuksesan Anak Muda Sebelum Umur 25 tahun (part 1)

Memasuki umur 20-an adalah usia yang menentukan bagi berbagai lini kehidupan seseorang. Di usia tersebut kedewasaan sudah mulai terbentuk dengan baik, pilihan-pilihan hidup juga sudah bisa diambil dengan rasional.

Berbagai keputusan besar juga menanti untuk kamu ambil di umur ini, menentukan kemana arah hidupmu akan dibawa. Termasuk keputusan soal uang dan pekerjaan. Berikurt adalah cara memberikan dan mengatur uang serta menyiasati beban kerja, khusus buat kamu yang masih usia 20-an.



1. Jangan Terlalu Pemilih Pada Pekerjaan Pertama


Di usia 20-an, beberapa dari kamu pasti sudah punya kesempatan untuk menghasilkan uang sendiri. Entah itu dari pekerjaan paruh waktu atau langsung menjejakkan kaki di dunia kerja purna waktu selepas lulus. Semua pilihan terbentang di depan mata, sampai kadang kamu bingung harus menjalani yang mana.


Satu yang pasti: bagi kamu yang baru menjajal pekerjaan pertama, jangan terlalu pilih-pilih. Pekerjaan pertamamu bisa jadi tidak langsung menawarkan penghasilan yang fantastis atau bonus berlimpah. Tapi dari situlah kamu bisa belajar soal usaha dari nol dan etos kerja yang akan membawamu ke kesuksesan.


Pekerjaan pertamamu adalah pintu awal unuk belajar jadi pribadi yang berkualitas dan layak dipertahankan. Ambil setiap kesempatan yang datang, tidak perlu pilih-pilih. Ini jauh lebih baik daripada menganggur dan melewatkan kesempatan belajar.







2. Tetaplah Hidup Hemat Ala Mahasiswa Untuk Beberapa Tahun Awal


Kesalahan terbesar anak muda usia 20-an selepas bisa mendapatkan penghasilan sendiri adalah membelanjakan uang melebihi kemampuannya. Gaji pertama sering membuat anak muda kalap, hingga mengeluarkan uang di atas kemampuan finansial yang dimiliki.


Liz Weston, penulis buku The 10 Commandments of Money, menyarankan anak muda yang baru memiliki pekerjaan pertama untuk mengabaikan gaji yang mereka peroleh selama beberapa tahun awal.


“Kebanyakan orang justru akan lebih berhasil secara finansial jika tetap hidup hemat seperti mahasiswa dalam beberapa tahun pertama — sampai mereka bisa lebih bijak mengatur pengeluaran”.

3. Tunggu Dulu Untuk Mewujudkan Berbagai Keinginan Soal Kepemilikan Materi, Sampai Kamu Kuat Secara Finansial

Setelah dapat gaji pertama, kamu seakan ingin mewujudkan semua keinginan saat itu juga nggak sih? Semua hal ingin dibeli, berbagai kegiatan ingin dilakukan karena sudah merasa mampu menghasilkan uang sendiri.


Keinginan untuk memiliki berbagai barang dan menjajal berbagai pengalaman tentu sah-sah saja ingin kamu lakukan. Hanya, jangan terlalu terburu-buru. Tunggulah dulu sampai kondisi finansialmu benar-benar stabil untuk melakukannya.



Menunda mengambil cicilan mobil dan bertahan dengan motormu selama beberapa tahun, tetap tinggal di kos sederhana dan tidak pindah ke apartemen — ini bisa membawa perubahan besar dalam hidupmu. Kuncinya cuma satu: menunggu sampai kamu benar-benar kuat secara finansial.





4. Selalu Bagi Penghasilanmu Jadi 5 Bagian Yang Spesifik


Li Ka-Shing, orang terkaya di Asia membagikan caranya agar bisa hidup makmur. Dia selalu membagi penghasilan yang didapatkan ke dalam 5 pos khusus:

-Biaya hidup
-Biaya sosial dan menjamu teman
-Dana untuk mengembangkan kualitas diri
-Dana wisata
-Dana untuk berinvestasi

Dengan membagi penghasilan ke dalam 5 pos spesifik, kamu jadi lebih punya kendali dalam mengeluarkan uang. Anggaran-anggaran yang secara mendadak membengkak bisa dihindari. Kamu sudah punya guideline jelas, kemana saja uangmu bisa dihabiskan.


Untuk lebih tahu banyak tentang cara Li Ka-Shing mengatur uang dan membawa diri hingga bisa jadi orang terkaya di Asia, kamu bisa membaca artikel " Li Ka-Shing Mengajarkan Bagaimana Anda dapat Membeli Mobil dan Rumah dalam 5 Tahun "


.

5. Bersenang-Senanglah Dengan Cara Yang Spesifik

Terlepas dari besar atau kecilnya pendapatan yang kamu miliki, kamu tetap punya hak untuk bersenang-senang. Bahkan, kamu harus bersenang-senang agar tidak stres menghadapi beban kerja yang terus datang tiap hari.


Kunci agar bisa bersenang-senang tapi tetap aman secara finansial adalah dengan membuat tema kegiatan bersenang-senang tiap bulannya. Misalnya, bulan ini kamu bisa jalan-jalan ke luar kota. Bulan depan kamu bisa belanja buku dan make-up.


Tujuan utama dari membuat tema per bulan adalah agar kamu tidak kehilangan kemampuan mengatur diri dan menghamburkan uangmu untuk hal yang tidak perlu. Kamu tetap boleh bersenang-senang kok dengan hasil kerja kerasmu. Hanya, kamu tidak bisa mendapatkan semuanya disaat yang bersamaan.



6. Buat Dua Rekening: Rekening Untuk Pengeluaran Rutin Dan Rekening Khusus Simpanan

Niat menabung gaji sih ada, tapi kalau semua uang dipegang di tangan rasanya kok sebanyak apapun gaji tetap habis aja ya? Demi bisa menyelamatkan gaji dari mendadak amblas tanpa bekas, kamu bisa membuat 2 rekening berbeda yang punya tujuan masing-masing.

Rekening pertama adalah untuk pengeluaran rutin, sementara rekening kedua khusus diperuntukkan untuk uang simpanan. Rekening kedua ini tidak boleh kamu otak-atik, tidak peduli apapun keadaannya.


Dengan membagi uang ke dalam 2 rekening berbeda kamu bisa dengan jelas memisahkan uangmu sesuai kebutuhan. Kebutuhan harian dan simpanan tidak akan lagi tercampur-campur dan tertukar.





7. Hati-Hati Dengan Pengeluaran Sosial


Pengeluaran terbesar (yang sering tidak disadari) oleh anak muda usia 20-an adalah pengeluaran sosial. Nongkrong-nongkrong di cafe sepulang kerja sama teman-teman, janjian makan di tempat yang es teh saja harganya 20-ribuan sampai ajakan nonton saat weekend yang harga tiketnya 2 kali lipat dari harga normal.


Semua itu, jika tidak diatur secara hati-hati, bisa menggerogoti pundi-pundi uangmu dengan drastis. Agar aman, kamu perlu punya anggaran khusus untuk kebutuhan sosial. Sisihkan gajimu tiap bulan untuk anggaran jalan-jalan dan bersosialisasi dengan teman-teman.


Jika uang di anggaran itu sudah habis, artinya kamu tidak lagi bisa ikut kegiatan nongkrong dan kumpul-kumpul sampai bulan berikutnya datang. Dengan cara ini kamu akan lebih bisa mengatur diri. Kalau mau bisa terus bergabung di keriaan bersama kawan, kamu harus pintar-pintar memilih pesanan.



8. Belajar Bilang “Tidak” Pada Ajakan Teman Yang Melebihi Batas Kemampuanmu


Selain biaya nongkrong-nongkrong untuk kebutuhan sosial, biaya lain yang kerap menguras kantong sering datang dari ajakan teman. Tiba-tiba kamu diajak jalan-jalan ke Jepang di pertengahan tahun. Padahal uang tabunganmu sebenarnya belum mencukupi untuk biaya melancong ke luar negeri.


Berani menolak ajakan teman yang tidak sesuai kemampuan bisa jadi langkah penyelamat untuk kehidupan finansialmu. Berteman bukan berarti selalu harus melakukan semua hal bersama-sama. Menyadari kemampuan diri sendiri dan lebih berhati-hati menjaga pengeluaran tidak akan membuatmu kehilangan teman sejati, kok.

No comments:

Post a Comment